Ulasan Tentang Tas Branded Celine

Tas Branded Celine

Awalnya, brand Céline ini dibentuk oleh sepasang suami istri yang bernama Richard dan Céline Vipiana, sebagai toko sepatu anak-anak di Paris, dimana sang suami menjalankan bisnisnya dan sang istri menjadi desainer dari sepatu-sepatu tersebut, pada tahun 1945. Kemudian di tahun 1950, Vipiana menggandeng artis Raymond Peynet sebagai seorang desainer untuk menggambar logo sebuah gajah berwarna merah, dan menggambar kantong belanja yang dibutuhkan pembeli setelah melakukan pembelanjaan.

Raymond Peynet kemudian diketahui hasil desainnya juga digunakan oleh Miuccia Prada untuk brand Prada. Pada tahun 1959, Céline mulai berinovasi mengeluarkan koleksi sepatu untuk wanita yang dikenal dengan nama mocassin yaitu sepatu tanpa hak yang ujung depannya mengambil bentuk persegi.

Koleksi parfum pertama Céline pun dikeluarkan pada tahun 1964, dikenal dengan nama Vent Fou. Pada tahun 1966, Céline mulai melebarkan sayapnya menuju pasaran yang menyediakan barang yang terbuat dari kulit berkualitas, awalnya mereka mencoba di kota Florence dengan mengeluarkan tas berbahan kulit.

Yang pada akhirnya, berhasil menembus pasar Jepang. Logo huruf C yang terkenal pada brand Céline, ditemukan pada tahun 1971. Kesuksesan dari Céline terus mendunia dan akhirnya Céline secara resmi menjadi bagian dari LVMH yaitu perkumpulan brand luxury yang terbuat dari bahan kulit dan harga masing-masing barangnya tergolong sangat mahal yang menyatakan bahwa Céline telah menjadi keluarga dari brand ternama yang tersebar diseluruh dunia.

Brand Céline terus berinovasi mengeluarkan tas fashion items terbaru mereka yang berupa tas, hal ini ditunjukan bahwa pada awal 2012 brand Céline memasarkan tasnya yang dikenal dengan tipe Luggage Phantom Square Bag. Tas brand Céline ini hanya dibuat dengan ukuran 30cm x 26cm x 28cm dipasarkan di harga US$ 3200 dan berbeda-beda di setiap negara, namun bukan perbedaan yang signifikan. Di Indonesia sendiri, tas brand Céline dipasarkan dengan harga mulai dari 39 juta rupiah.

Harga yang dipasarkan oleh brand Céline untuk memasarkan tas tipe Luggage Phantom Square Bag ini tentunya tidak bisa dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat. Umumnya, banyak orang yang tidak memiliki cukup dana untuk membeli tas asli keluaran brand Céline dengan tipe ini, rela membeli tiruannya yang serupa tapi tak sama, seharga kurang lebih 4 juta rupiah, yang mana menurut peneliti harga tersebut masih cukup tinggi walaupun perbedaannya cukup jauh dengan harga aslinya.

Fenomena Pengguna Tas Fashion Branded

tas branded

Walaupun fenomenanya sudah tersebar di kehidupan sehari-hari dan menjadi suatu hal yang biasa, fashion sebagai komunikasi masih sangat jarang dibahas dari sisi komunikasi. Fashion sebagai komunikasi sebelumnya sudah pernah dilakukan penelitiannya oleh seorang mahasiswi FISIP dari Universitas Indonesia angkatan 2008, Aprilizayanti Putri, mengenai pengaruh brand Zara di pasar Indonesia dilihat dari segi brand loyalty dan brand personality.

Dalam jurnalnya, Aprilizayanti Putri membahas mengenai pengaruh Zara pada konsumen, hal-hal apa saja yang membuat Zara sebagai brand yang digemari dan membuat para konsumen menjadi loyal, kemudian apa yang membuat barang-barang di Zara ini menjadi signature dari penggunanya.

Melalui hal ini dapat diketahui bahwa fashion telah membawa pengaruh dalam ilmu komunikasi dan telah menjadi bagian dari ilmu sosial. Peneliti disini tertarik untuk meneliti produk fashion dari tas.

Secara umum, hampir seluruh wanita memiliki tas dan membawanya kemanapun mereka 5 pergi, terlepas dari fungsi tas tersebut, banyak pertimbangan dari individu untuk memiliki tas. Perbedaan yang ada ini bisa disebabkan oleh selera, kegunaan, bahan, maupun brand.

Secara umum, fashion dengan brand tertentu dapat menimbulkan pesan tersendiri pada berbagai individu di berbagai lapisan masyarakat. Tas yang ada dalam dunia fashion berasal dari berbagai brand dengan signature yang berbeda-beda dalam setiap produknya seperti tas batam contohnya, dan harganya pun beragam.

Dari antara banyak pilihan tas sebagai fashion items, peneliti ingin menulis mengenai tas yang berasal dari brand Céline. Dalam penelitian ini, penulis membatasi untuk meneliti pesan yang terkandung dalam penggunaan tas brand Céline tersebut

Menurut pendapat peneliti, dilihat dari sisi penggunaan tas dan fungsinya, masih banyak pilihan lain tas yang bisa dipilih oleh individu lain dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga yang harus dibayar untuk memiliki sebuah tas brand Céline tipe Luggage Phantom Square Bag ini.

Fenomena ini sangat membuat penulis sangat tertarik untuk mengkritisi fenomena yang terdapat dibalik penggunaan Céline tipe Luggage Phantom Square Bag dan pesan yang terkandung dengan penggunaan tas ini sehingga orang berlomba-lomba untuk memiliki tas yang termasuk cukup tinggi harganya.

Serba – Serbi Pengertian Fashion

pengertian fashion

Fashion adalah sebuah kata yang tidak asing lagi dan sering disebutkan dalam dunia sehari-hari. Fashion biasanya identik dengan model pakaian atau desain baju terbaru, namun sebetulnya fashion itu sendiri mencakup arti yang sangat luas dan sangat bebas.

Diungkapkan dari pendapat seorang ahli Pye Henry Chavasse, Man’s Strength and Woman’s Beauty, yaitu “fashion is not usually amenable to reason and common sense; argument, entreaty, ridicule, are each and all alike in turn powerless in the matter” (Fashion Quotes, 2002), yang artinya fashion bukanlah sesuatu yang bisa didefinisikan secara pasti, tidak dapat diterima akal sehat; merupakan argumen, permintaan yang sangat mendesak, tidak dapat menjadi bagian daripada pujian maupun ejekan, dan masing-masing memiliki giliran sendiri untuk menunjukan diri dalam hal fashion.

Banyak individu yang menjadi sangat terobsesi pada fashion, namun perihal mengenai “Apa yang disampaikan oleh fashion” dan “Bagaimana cara fashion ini untuk mewujudkan pernyataannya?” maupun “Apa saja yang disampaikan oleh fashion mengenai sang pengguna barang tersebut?” tidak dapat didefinisikan secara pasti. Malcolm Barnard dalam bukunya Fashion as Communication secara umum membahas mengenai fashion sebagai cara berpakaian, cara berkomunikasi dan menjadi identitas dari kelas sosial, jenis kelamin, dan juga membandingkan keberadaan tingkat sosial dari individu (1996;36). Melalui beberapa argumen tersebut, peneliti berkesimpulan bahwa fashion bertindak sebagai pesan yang akhirnya dapat membuat masing-masing individu yang melihat dan bertindak sebagai komunikan dapat mengidentifikasikan kelas sosial dan jenis kelamin dari sang komunikator.

Fashion menjadi hal yang sangat menarik karena sifatnya yang terus berubah-ubah dan tidak ada skala pengukuran mengenai keistimewaan mengenai suatu produk. Fashion dapat dikatakan sebagai signature atau karakter dari si pemakai barang tersebut. Fashion juga diidentifikasikan sebagai bahasa internasional. Fashion dapat menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan ketertarikan banyak individu dan yang akhirnya bias membuat fashion tersebut seperti berbicara

Hal Penting Sebelum Membeli Tas Branded Batam

Derasnya arus informasi dari dunia internet saat ini di satu sisi memberikan keringanan segalanya , tanpa kecuali bagi kaum hawa yang mempunyai hobby shopping Tas Batam alias berbelanja. Shopping Tas Branded Batam via online tak hanya praktis dan gampang, namun juga hemat waktu dan bisa dilakukan di manapun. Tapi jangan terlena hal ini diikuti pula oleh resiko yang cukup tinggi jika kita tidak teliti sebelum membeli, Apalagi jika transaksi dilakukan dalam nominal besar.

Membeli barang Tas branded secara online memang riskan, namun sebenarnya bisa dihindari dengan ketelitian agar terhindar dari kekecewaan setelah tas yang di pesan sampai tidak sesuai atau malah lebih parah jika tas pesanan tidak sampai alias tertipu penipu online.

Sedikit Tips dari saya, kenali produk tas batam yang akan anda beli, apa kualitas nya apa Kw biasa,semi premium, semi ori atau kualitas ori kah? dari bahan apa, sistem pengiriman seperti apa, adakah sistem retur atau tidak, jika kurang jelas dari deskripsi produk, jangan segan untuk menanyakan secara detail kepada sang penjual karena itu adalah hak anda sebelum membeli.

Setelah mendapat keterangan tentang produk yang akan di pesan disarankan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang akun media sosial yang menjual barang tersebut. Tidak cukup hanya melihat testimoni – testimoni dari konsumen sebelumnya karena saat ini hal itu juga bisa saja di rekayasa.

Kredibilitasnya bisa dicek melalui ulasan atau komentar-komentar pembeli di media sosial. Anda juga bisa mencari referensi dari teman atau komunitas pecinta tas. Jadi jangan langsung percaya dengan penawaran dan mudah termakan oleh embel-embel diskon.

Memang tingkat kepuasan konsumen itu berbeda – beda, seorang reseller/retailer tas batam yang kredibilitas nya baik pun kadang kala tak selalu bisa mendapat rating yang bagus dari konsumen, hal ini juga harus di pahami oleh calon konsumen karena inilah resiko mereka jika ingin membeli secara online dan tidak bertatap muka dengan sang penjual maupun produk tas yang ingin di beli, akhir kata bijaklah sebelum membeli, happy shopping sista.